JOMBLO SAMPAI HALAL !!!

JOMBLO sebuah status yg penuh kebebasan
bukan sebuah nasib yang MENYEDIHKAN
status yg JAUH dari KEMAKSIATAN, karena jarang ber KHALWAT
orang bilang JOMBLO ketinggalan zaman, tp bagiku itu KETENANGAN
dalam KESENDIRIAN aku lebih mampu MENIKMATI IBADAH
mampu berurai air mata , memohon RIDHA NYA
JOMBLO bukan PREMAN, JOMBLO juga bukan PECUNDANG
JOMBLO hanya makhluk ALLAH yang belum bertemu JODOH TERBAIK NYA
Namun,…
dalam ke JOMBLO an ku, ku terus MEMPERBAIKI DIRI
menjadikanku sosok JOMBLO HIGH QUALITY
agar ALLAH mempertemukanku dengan JODOH TERBAIK di sisiNYA
JANJI ALLAH ITU PASTI !!!
Bismillah,….

Tujuh Kebiasaan Jomblo Yang Tidak Efektif ….

Setelah membaca artikel ini,
ada dari sahabat sekalian yang mesem-mesem dan senyum-senyum sendiri?
Satu: Negatif thinking.
Misalnya, kalau pas lagi jalan sendiri, lalu ada yang tanya (teman kerja
atau teman sekampus lain jurusan), “Koq sendiri?” Langsung deh reaksinya
seperti ini: “Sudah tahu sendiri, pakai tanya-tanya. Mentang-mentang gua
jomblo. Ngeye, ya.”
Atau, suatu kali ngelihat ada orang lain yang ngelihatin:
“Kenapa sih lihat-lihat?! Anehnya ya, karena gua jomblo. Dasar, tamblo (tampang bloon) luh.”

Padahal, “Koq sendiri?” itu kan pertanyaan standar orang yang pengen tanya tapi nggak tahu mau tanya apa. Just basa-basi. Nggak ada maksud apa-apa. Malah kalau tanyanya “Koq berdua?” atau“Sama siapa?” jadi aneh bin konyol.
Lha, sudah jelas sendiri pakai tanya “Koq berdua?” atau “Sama siapa?” segala.
Dan orang yang ngelihatin bisa saja karena rasa-rasanya koq kenal.
Ataukagum sama tahi lalat di pipi kita. Dipikirnya,
“Hoki bener tuh orang ada tahi lalat di pipinya. Coba kalau tahi kebo atau tahi kucing, kanjelek!”
Jadi, nggak ada kait-mengkait dengan kejombloan kita.
Begitulah kalau sudah dikuasai pikiran negatif.
Segala sesuatu disikapi secara negatif. Ibarat orang pakai kacamata hitam. Semua yang dilihatnya serba hitam. Lalu bagaimana dong mengatasinya? Tidak ada cara lain, ganti kacamatanya dengan kacamata yang lebih terang. Jangan salahkan obyek yang dilihat.
Dua: Citra diri yang negatif.
“Siapalah saya ini. Tampang pas-pasan. Nggak bisa apa-apa pula. Otak belet, lha nilai kuliah saja hampir tidak pernah bergeser dari C. Dapet B tuh
untung. A, wah ajaib benar anugerah-Mu deh. Mana ada yang mau sama saya. Seandainya saya jadi orang lain pun, nggak bakalan koq saya mau punya pacar kayak diri saya begini.”
Padahal gambaran kita tentang diri kita sendiri akan sangat berpengaruh
terhadap pikiran, perasaan ! dan sikap hidup kita. Ibarat makanan bagi tubuh
kita, citra diri akan sangat menentukan; apakah kita akan menjadi pribadi
yang optimistis, percaya diri, punya semangat hidup. Atau sebaliknya,
menjadi pribadi yang pesimistis, rendah diri, loyo alias nggak punya
semangat hidup.
Tiga: Rumput di halaman rumah tetangga kelihatan lebih hijau.
“Duh, enak nian punya pacar kayak die. Kemana-mana ada yang nemenin. Ada yang perhatiin and diperhatiin. Ada shoulder to cry on. Malam minggu nggak cengo sendiri di rumah. Lonely. Bisa ngerasain dag dig dug serrr tiap nunggu doi. Kapan pun dan dimana pun ada yan g selalu bisa di-call. Pokoknya asyik deh.”
Jadi nganggepnya hidup orang lain tuh lebih enak, lebih baik, lebih nikmat,
lebih segalanya. Lalu kita berandai-andai; seandainya hidup kita kayak
hidup die, dunia kita kayak dunia die. Seolah kita nih baru bahagia kalau
kayak die. Kita jadi kurang bersyukur dengan hidup kita sendiri.
Padahal, mana ada sih orang yang hidupnya selalu senang. Seperti kata
pepatah Belanda, setiap orang tuh punya nasib. Siapa pun pastilah punya
senang dan susahnya sendiri. Punya pacar pun nggak melulu enak koq. Kadang ada sebalnya. Kadang bisa bikin jengkel and stress juga.
So, jangan heran kalau yang sudah punya pacar pun bisa mikir begini:
“Duh, enak nian ngejomblo. Bebase sebebas burung di udara. Asyike seasyik ikan di laut. Nikmate senikmat udang rebus Mang Engking, Yogyakarta- apalagi sambal terasinya itu loh, uihh uenakke pol deh.” (apa coba hubungannya?!hehehe:)
Empat: Berselubung topeng.
Nggak jujur dengan diri sendiri. Nggak apa adanya.
Contoh 1
(gaya selebritis: kemayu, dengan sikap bertutur diatur):
“Aku emang belum mau pacaran koq. Suer. Masih ingin sendiri.” -
Yang sebenarnya:
aku belum ketemu yang aku mau die mau. Adanya aku mau die nggak mau, die mau akunya nggak mau. Ada yang aku mau die mau, eh die maunya mau nabok sama aku.
Padahal apa salahnya bilang,
“Aku bukannya nggak kepengen, tapi belum ketemu yang pas.” Titik.
Kalau bilangnya:
belum mau pacaran, masih ingin sendiri – besok atau lusa ternyata ketemu yang cocok. Nah, luh baru nyaho.
Malu kan mesti ngejilat ludah kuda (kalau ludah sendiri sudah biasa:).
Contoh 2
(gaya politisi: kemaki, dengan sikap bertutur nggak teratur):
“Gue naksir die?! Idihh, amit-amit. Sorry ya, dibayar goceng pun nggak bakalan
gue ambil!” -
Yang sebenarnya:
aku sih okelah sama die, tapi dienya cuek banget.
Benci deh aku (dengan gaya genit ala Pelawak Tessi).
Padahal apa salahnya bilang,
“Dienya cuek begitu, mana berani gue.” Titik.
Kalau bilangnya:
amit-amit, dibayar goceng pun gua gak bakalan ambil – dan ternyata die tuh ngesir sama kita, cuma karena die punya “kemaluan” gede(baca: pemalu) jadinya die pasang sikap cuek bebek. Sok cool. Nah, gimana coba kalau begitu?!
Masak mau ikut-ikut si selebritis: ngejilat ludah kuda.
So, tanggalkan ! topeng itu. Apa adanya sajalah.
Tapi ya, jangan vulgar,mengobral atau norak.
Jujur dengan elegan gitulah.
Lima: Hanyut terbawa perasaan.
Nelangsa. Merasa kasihan pada diri sendiri.
Seakan dengan ke-jomblo-an itu, dia menjadi orang yang paling malang di dunia. Makan jadi nggak enak(apalagi sayurnya sudah basi, kurang garam pula), tidur nggak nyenyak (AC mati nggak ada listrik, banyak nyamuk lagi).
Nyanyinya pun lagu Chrisye:
“Di malam yang sesunyi ini aku sendiri, tiada yang menemani…… srot, srot (nyedot ingus). Akhirnya kini kusadari dia telah pergi tinggalkan diriku….. pufz, pufz (buang ingus pakai lengan baju). Nanini nananininani ninaneniii (bagian ini nggak hafal).
Reff:
Mengapa terjadi pada diriku, aku tak percaya kau telah tiada…. hiks, hiks
(terisak). Haruskah ku pergi tinggalkan dunia….. hoahh, hoahh (nangis
sejadi-jadinya).”
Selanjutnya no comment deh. Bukan apa-apa, saya takut ikut-ikut sedih,
ikut-ikut nangis, ikut-ikut sedot ingus. Malah repot. Lagian, orang yang
lagi terhanyut oleh aneka rupa perasaan susah dan sedih sebetulnya kan nggak butuh kata-kata; ia lebih butuh empati dan simpati.
Saya cuma mau bilang:
“You’ll never walk alone, Jomblo (ngutip lagu yang biasa dinyanyiin fans kesebelasan Inggris). Kan banyak juga yang jomblo hehehe:).”

Enam: Memaksakan kehendak.
Cara halus:
“Hi, cowok, godain kita dong!” (ekstrim: sambil melotot, satu tangan
berkacak pinggang satu tangan lagi menggenggam batu siap ditimpukin).
Atau, “Hi, cewek, kita godain ya!” (ekstrim: sambil memiting seorang nenek
yang kebetulan lewat, dan menodongkan pistol ke keningnya).
Cara kasar:
“Apa pun yang terjadi gua harus dapetin doi; biar gunung-gunung beranjak
dan bukit-bukit bergoyang. Pokoknya harus dan kudu!” (ekstrim: bayar
segerombolan preman untuk menculik doi, lalu dengan gaya kungfu Buce Li
datang menyelamatkannya).
Atau,
“Saya nggak bisa hidup tanpa doi. Sudahlah, saya mau mati saja! Mana tali, mana tali! Saya mau gantung diri!” (ekstrim: “Bunda, hidup ini kejam. Kembalikan saja aku ke dalam rahimmu!” – segede gitu, gimana masukinnya ya?!”)
Atau,
“Marilah kepadaku semua yang letih, lesu dan membutuhkan kehangatan, aku akan memberikan diriku seutuhnya!” (ekstrim: ….. disensor).
Dan kalau berdoa doanya begini:
“Tuhan, kalau dia jodoh saya, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodoh saya, jodohkanlah. Tapi kalau dia nggak bisa jadi jodoh saya, biarkan dia ngejomblo seumur hidup. Amin.”
Padahal segala sesuatu yang dipaksakan – apalagi soal jodoh – pasti akan
lebih banyak buruknya daripada baiknya. Usaha tentunya nggak salah, punya keinginan mangga silahkan. Tapi iringilah itu dengan penyerahan diri kepada Sang Khalik: “Bukan hendakku yang jadi, melainkan kehendak-Mu!”
Dengan berusaha dan berserah, hidup akan terasa lebih ringan.
Tuhan tahu apa yang terbaik buat diri kita. ! Percaya deh.
Tujuh: Sirik.
Orang Manado bilang mangiri. Alias iri dengki. Nggak senang ngelihat orang
lain senang. Senangnya ngejelek-jelekin dan ngecil-ngecilin kebaikan orang
lain.
“Alaaa, dia sih piala bergilir. Lihat aja, bentar lagi juga dia akan pindah
ke pelukan cowok laen. Gua sih amit-amit dapetin dia!”
“Eh elu tahu nggak, dia itu kan bekas pacarnya teman sodara teman gue. Nah, kata teman gue, temen gue dari sodaranya, sodaranya dari temennya yang mantan dia itu, dia pernah terlibat narkoba tuh. Pernah digerebek polisi segala. Ortunya sampai jual rumahnya untuk bebasin dia dari penjara.”
Padahal ke-sirik-an hanya akan membuat kita makin buruk di mata orang lain.
Dan pasti di mata Tuhan juga. Nggak ada faedahnya. Maka, bertobatlah!

Tuk Para jomblo … Met merenung yaacchhh…
Persiapan week end bentar lagee…. He he..
Assalamu’alaikum warahmah…..


Sumber (panti jomblo)

Pergaulan Remaja (Story & Warning) must read it

Setiap orang terlebih remajanya memang mesti gaul.
Sebab kita adalah “Mahluk Gaul”. Dalam istilah sosiologi, Aristoteles menyebutkan Zoon Politicon. Meskipun secara bahasa, kamu-kamu juga pasti ada yang tahu kalau Zoon Politican itu sebetulnya lebih tepat diartikan sebagai “Hewan Gaul” dari pada “Mahluk Gaul”.
Apa pun istilahnya, yang penting kita jangan seperti hewan dalam bergaul.
Iya kan?
Sebab, menurut Plato manusia memiliki Jiwa Rohaniah yang tidak dimiliki hewan (Gerungan, 1996 : 5). Jiwa rohaniah berfungsi untuk menemukan nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan ini.

HATI – HATI BERGAUL
————————–
Intinya, kita kudu hati-hati dalam bergaul. Tidak setiap gaul itu baik.
Jangan lantaran takut disebut kuper atau nggak gaul, kita lalu kebablasan. Sebab, ada saja yang terjerumus ke hal-hal negatif bahkan menyesatkan gara-gara salah gaul. Entah karena faktor ikut-ikutan (imitasi), kena pengaruh (sugesti), keliru mengidentifikasi, atau karena faktor lainnya.
Oleh karena itu, ungkap L.Kohlberg, alasan moral (moral reasoning) harus senantiasa melandasi setiap sikap dan perilaku. Lewat penalaran moral, termasuk di dalamnya pertimbangan nilai-nilai agama, seseorang akan berpikir positif untuk menentukan pilihan yang terbaik.
Berdasarkan nilai-nilai yang terkandung di dalam suatu pergaulan, maka secara garis besar ada gaul yang islami, ada juga gaul yang tidak islami.
Gaul yang tidak islami itu bisa berbau jahiliah, musyrik, ateis, dan bau-bau, lainnya emangnya enak jadi orang bau, iya nggak!
NGETREN
———–

Tren, atau ngetren telah menjadi bagian dari gaul yang sarat imitasi, terutama peniruan nilai-nilai budaya barat. Mengikuti tren tertentu dianggap gengsi, sehingga tren jadi ukuran dalam bergaul, berikut segala perilaku dan penampilan yang menyertainya.
Mulai dari gaya berbusana (fesyen), gaya bersenang-senang (fun), hngga perilaku makan-minum (food). Untuk mudahnya, sebut saja “Tiga F”.
Repotnya, karena dicekoki tren, seringkali membuat orang lepas dari etika, moral, bahkan lepas dari nilai-nilai agama. Tren dalam fesyen, misalnya, kalau nggak ketat, ya transparan atau buka-bukaan mengekspose aurat (terutama aurat perempuan), padahal memperlihatkan aurat dalam agama kita dianggap sudah ketinggalan zaman karena yang begitu itu adalah “Gaya Hidup Primitif”, tradisi bina plus….tang.
Jelas kan, mana yang sejatinya kuno mana yang modern.
Ada pula tren cowok meniru busana cewek, cewek meniru busana laki-laki.
Katanya, Unisek. Ini jelas-jelas keblinger.
Kita beralih ke soal fun.
Paling banyak ditandai pacaran, pergi ke (atau mangkal di) tempat-tempat hiburan. Pacaran sekarang cenderung mengarah pada zina (ngeseks), sedangkan di tempat-tempat hiburan sering kali terjadi ngedrink, ngedrug, dan ngegambling.
Jadi sudah sangat jelas penyimpangannya dari moral atau nilai-nilai agama.
PACARAN
————

Dari pacaran yang dikira bagian dari “gaul”, timbullah gejala sosial dikalangan remaja. Nggak peduli di kota ataupun didesa.
Orang yang tidak senang pacaran dianggap tidak laku, tidak gaul, atau kuper. Walah, walah……Ada-ada saja, ya!
Salah satu gejala negatifnya ialah adanya berbagai perilaku yang menjadikan pacar sebagai suatu kebanggaan pergaulan. Ada semacam ajang pamer pacar. Entah disekolah, dikampus, dimall, ditempat hiburan, dipesta atau ditempat lainnya.
“Gimana Bob! Kece nggak cewek gua”, bisik Coy pada temannya.
“Boleh juga. Trus, gimana dengan cewek gua”, balik si Bob, juga berbisik.
“Kalau wajah, jelas kalah sama cewek gua. Tapi soal bodi, gua akuin deh, cewek lu lebih bahenol”.
Walah! Pacar itu barang, kali!?
Karena pacaran dianggap gaul dan untuk mendapatkan pengakuan sebagai anak gaul, banyak remaja yang belum punya pacar cepat-cepat nyari pacar. Lingkungan gaulnya pun ngumpul bareng bersama pacar.
Sekolah atau kampus menjadi ajang pacaran.
Sepulang sekolah atau kuliah, kembali pacaran. Bahkan pada saat-saat lainnya, ada agenda wakuncar, apel mingguan, dan seterusnya. Begitu banyak waktu tersita untuk pacaran, menyebabkan pelajaran, kuliah dan hal-hal penting lainya menjadi terabaikan.
Padahal dana untuk pacaran diperoleh dari hasil unik (usaha nipu kolot = orang tua). Sebab umumnya mereka belum bisa cari duit sendiri.
PREMARITAL SEX
——————–

Yang lebih gawat dan bikin repot keluarga adalah sinyalemen.
Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa, bahwa :
pacaran mengarah atau mendorong terjadinya hubungan seks di luar nikah (premarital sex), membuat kepribadian remaja menjadi labil, pelajaran terganggu karena konsentrasi sering terhambat oleh lamunan atau khayalan sex (Singgih, 1993 : 94).
Apalagi bila premarital sex itu menyebabkan kehamilan. Nah, lho!
Seks di luar nikah merupakan kegagalan seseorang remaja mengendalikan diri sehingga menjadi budak hawa nafsu birahi, budak setan.
Meskipun dalihnya, “Atas Nama Cinta”. Gombal !!
Kehamilan di kalangan remaja putri, ternyata bukan cerita baru.
Menuru data dr. Biran Afandi di Jakarta, selama 1987 saja sudah terdapat 284 lebih remaja putri yang hamil di luar nikah. Tuh, kan?
Belakangan, remaja sekarang katanya makin “pinter”. Tapi, pinter yang keblinger.
Mereka sudah mengenal alat-alat kontra-sepsi, seperti kondom, pil dan suntik anti-kehamilan, termasuk hubungan seks dengan cara Rythm Method (pantang berkala). “Biar nggak hamil”, katanya
Begitulah kalau sudah berprinsip ARDATH: ”Aku Rela Ditiduri Asal Tidak Hamil “.
Trus, biar asal tidak dosa-nya, gimana?

ANTARA ENAK DAN HALAL
——————————
Setelah fesyen dan fun, maka F yang ketiga adalah food (makanan-minuman).
Ternyata masih ada saja remaja kita merasa bahwa makan di KFC, Fizza Hut, Wendys, Mc Donald, dan Fast Food ala Barat lainnya, merupakan tren dan bergensi tanpa memperdulikan kehalalannya.
Sedangkan makan di warteg dianggapnya, yaa…. kampungan lah.
Betapa noraknya kita !
Di Amrik, tempat-tempat makan seperti itu masuk kategori rendahan.
Apalagi menurut ahli gizi di Amerika sendirh, ada fast food atau makanan ala Amrik yang dianggap gar-bage food, alias “makanan sampah”.
Sebab, kandungan gizinya sangat tidak sesuai dengan standar gizi yang sehat untuk tubuh.
Boleh-boleh saja kita menikmati jenis makanan-minuman yang “bermerek dunia”. Namun sebagai muslim, kita tetap hurus memperhatikan halal-haramnya. Lebih baik kita makan ala kadarnya tapi lengkap unsur gizi, protein dan seratnya serta jelas kehalalannya, tidak subhat.

Kesusahan adalah Ujian, Kesenangan pun adalah Ujian

Kesusahan adalah ujian….
kesenangan pun adalah ujian….
segala sesuatunya tergantung bagaimana kita menyikapinya…
apakah akan syukur atau kufur..

kesusahan yang diikuti syukur.. sulit utk dilaksanakan..
tapi kesusahan itu lebih dekat pada kekufuran..
kesenangan yang diikuti syukur…
mudah, tapi seringkali kita lupa utk bersyukur kepadaNYA…
seringkali kita terlalu sombong utk bersyukur..
semoga kita semua termasuk dalam golongan orang2 yang selalu bersyukur…

Apa Sih Itu Jomblo

JOMBLO Satu kosakata yang sangat ditakuti oleh banyak orang saat ini terutama remaja.
Why??
Karena kosakata ini mengandung makna negatif yang bikin alergi.
Suatu pertanda tidak lakunya seseorang untuk mendapatkan teman kencan dari lawan jenis.
Idiiiiih… nggak laku?
Emangnya jualan kolor..!! Heeehee
Tapi bneer koq, banyak banget remaja apalagi kalangan cewek yang merasa seperti kena kutukan kalo sampe predikat jomblo mereka sandang. Akhirnya dengan berbagai macam cara mereka berusaha untuk melepaskan kutukan ini meskipun dengan berbagai cara.
Tmen tmen Udah Pernah nonton film 30 Hari Mencari Cinta bloom??
Naaahh….Di film itu kan menceritakan tiga orang remaja cewek yang sama-sama berada pada kondisi jomblo. Mereka membuat kesepakatan untuk mencari pacar dalam waktu 30 hari. Bagi yang menang, maka ia akan menjadi raja dan diperlakukan bak putri karena semua pekerjaan rumah akan dikerjakan oleh yang kalah.
Singkat cerita, mereka bertiga benar-benar fokus untuk mendapatkan pacar dalam rentang waktu itu. Karena ngebetnya, sampai-sampai harga diri pun sempat akan tergadaikan ketika sang pacar menginginkan Making Love alias berhubungan seksual layaknya suami-istri. lebih lagi ngebetnya pengen merasakan nikmatnya ciuman bibir sampai melatih diri dengan guling. Naudzubillah..!!
Belum lagi resiko bubarnya persahabatan yang mereka bina selama ini hanya karena cemburu dan khawatir pacarnya diembat sahabat sendiri. Meskipun ending-nya semua pacar-pacar karbitan itu pada bubar, tapi kita bisa melihat seberapa parah kondisi remaja kita saat ini terutama dalam pergaulannya.
Jadi Demikiaann singkat ceritanya dr Film Tersebuut…Hmmm.. teman2 tela’ah sendiri Okaay..!!

Predikat jomblo begitu menakutkan buat remaja yang miskin iman. Mereka lebih memilih jalan maksiat dengan pacaran daripada menyandang status ini…
So, ternyata predikat jomblo begitu menakutkan buat sebagian remaja yang miskin iman. Mereka lebih memilih jalan maksiat dengan pacaran daripada menyandang status ini. Meskipun seringkali dalam pacaran mereka juga merasa terpaksa. Bisa karena dipaksa teman, bisa karena dipaksa ortu, bisa juga dipaksa diri sendiri karena konsep diri yang salah. Jadi emang bisa banyak alasan.
Dipaksa teman terjadi bila teman satu genk pada punya cowok semua. Trus ada satu yang nganggur. Jadilah ada pemaksaan beramai-ramai supaya yang satu ini segera dapat gebetan. Udah deh, siapa aja boleh asal berstatus cowok.
Waduh, gawat juga kan. Bisa-bisa sapi dipakein celana bisa diembat juga tuh saking nafsunya (hehehe…)
Ortu bisa jadi mengambil peranan dalam ajang kemaksiatan ini.
Ada loh beberapa tipe ortu yang kelimpungan ketika anak gadisnya belum punya pacar. Padahal anaknya sendiri udah nyadar bahwa ini adalah ajang berlumur dosa. Eh, ortunya ngotot agar sih anak nyari pacar. Tulalit banget kan?
Atau bisa juga konsep diri remaja yang salah. Ia merasa merana tanpa punya pacar. Ia merasa jelek dan nggak laku ketika belum pernah merasakan rasanya pacaran. Ia akan jauh lebih bahagia bila ada cowok di sampingnya.
Nah, ini adalah konsep yang salah dan menyesatkan.
Konsep diri remaja yang salah, merasa merana tanpa punya pacar. Ia merasa jelek dan nggak laku ketika belum pernah merasakan rasanya pacaran…
Belum lagi dorongan media baik TV, radio ataupun majalah yang menawarkan gaya hidup bebas dengan label pacaran yang semakin gencar dilakukan. Udah deh, itu semua adalah banyak faktor yang bikin remaja ngebet untuk bisa pacaran. Padahal, apa sih yang didapat oleh pacaran, adalah perbuatan yang bisa kamu putuskan dengan sadar.
Jadi, Kiranya tulisan ini akan membantu kamu untuk membuat keputusan benar dalam hidup. Jangan sampai kamu melakukan perbuatan yang salah dan membuatmu menyesal kemudian.
Lanjuuuuuuuttt……………

Kenapa harus pacaran?
================
Hayo…bisa nggak kamu jawab pertanyaan ini?
Kenapa harus pacaran?
Hmm…mungkin di antara kamu ada yang menjawab:
‘biar nggak kuper’
‘biar nggak dibilang nggak laku’
‘biar ada cowok yang sayang sama kita’
‘biar ada semangat untuk belajar’
‘biar nggak malu dengan teman-teman yang pada punya pacar juga’
‘sekedar pingin tahu rasanya’dll,
Masih banyak lagi alasan yang bisa kamu ajukan sebagai pembenaran.
Oke deh, kita coba telaah satu per satu yah, masuk akal nggak sih alasan-alasan yang kamu punya itu.
Pacaran, adalah aktivitas yang dilakukan berdua dengan sang kekasih sebelum menikah.
Aktivitas atau kegiatan ini bisa bermacam-macam bentuknya. Bisa nonton bareng, makan bakso berdua, jalan berdua atau belajar bersama. Tapi alasan terakhir ini kayaknya banyak nggak jadi belajarnya deh karena pada sibuk mantengin gebetan masing-masing. Iya apa iya?
Kalo kamu sekedar takut dibilang kuper karena nggak mau pacaran, maka mereka para aktivis pacaran itulah yang sebenarnya orang paling kuper dan kupeng sedunia… (kupeng-kurang pengetahuan sob..)
Kalo kamu sekedar takut dibilang kuper karena nggak mau pacaran, maka mereka para aktivis pacaran itulah yang sebenarnya orang paling kuper dan kupeng sedunia.

Why??
Karena saya yakin orang pacaran itu dunianya akan berkutat dari pengetahuan tentang doi aja. Coba kamu tanya apa dia tahu perkembangan teknologi terkini? Apa dia tahu di Palestina itu ada masalah apaan sih? Apa dia juga tahu kalo Amerika itu ternyata adalah teroris sejati?
Yakin deh, pasti mereka yang suka pacaran itu nggak bakalan tahu topik beginian. Kalo begitu, mereka itulah yang kuper dan kupeng. Paling tahunya cuma apa hobi sang pacar, apa wakna favoritnya, apa makanan kesukaannya, dll. Coba Tanya berapa nilai ulangan matematikanya, fasih nggak bahasa Inggris-nya, bagus nggak karangan bahasa Indonesia-nya, dan hal-hal seputar itu, pasti deh aktivis pacaran pada bloon untuk hal beginian. Kalo pun ada yang pintar, itu sama sekali nggak ada hubungannya dengan pacaran sebagai semangat belajar.
Sebaliknya, pacaran adalah ajang maksiat.
Bukankah sudah dikatakan oleh Rasulullah SAW:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita itu tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah setan” (HR Ahmad)
Waduh, emang kamu mau jadi temannya setan?
Hiii, naudzubillah banget tuh.
Jangan beralasan kamu kuat iman, maka tetep aja ngeyel berdua-duaan. Banyak tuh kasus ngakunya aktivis rohis dan niatnya dakwah eh..malah kebablasan pacaran. Teman SMA saya dulu aja ada yang MBA alias Married By Accident alias lagi hamil di luar nikah karena pacaran. Udah sekolahnya nggak bisa lanjut karena perutnya semakin gendut, ia adalah pihak yang dirugikan.
Jangan beralasan kamu kuat iman, maka tetep aja ngeyel berdua-duaan.
Banyak tuh kasus ngakunya aktivis rohis dan niatnya dakwah eh..malah kebablasan pacaran…
Tuh, si laki-laki yang menghamili bisa dengan enaknya melanjutkan sekolah sampe tuntas. Belum lagi beban dosa besar yang harus ia tanggung. Ingat, berzina adalah salah satu dosa besar yang hanya bisa ditebus dengan taubatan nasuha. Taubat yang sungguh-sungguh dan tak akan pernah mengulangi lagi. Bukan taubat jenis tomat, saat ini tobat, besok kumat. Duh, itu sih namanya main-main alias nggak serius dan mau berubah total. Nggak baik, Non!

Jomblo adalah pilihan
==============
Kok bisa?
Di saat teman-teman pada risih dengan status jomblo, masa’ sih malah bisa dijadikan status pilihan?
Bisa aja, why not gitu loh?
Lagian tergantung persepsi kan?
Kondisi jomblo adalah kondisi yang independen, mandiri.
Di saat teman-teman cewek lain serasa nggak bisa hidup tanpa gebetan, kamu merasa sebaliknya. Nggak harus jadi cewek tuh aleman, manja, tergantung ke cowok, dan merasa lemah. Huh…jijay bajay banget. Jadi cewek kudu punya pendirian, nggak asal ikut-ikutan. Meskipun teman satu sekolah memilih pacaran sebagai jalan hidup, kamu tetap keukeuh dengan prinsip:

Dulu, waktu saya masih duduk manis di bangku SMP dan SMA, ada seorang teman yang ngebet banget pingin punya pacar. Sampe-sampe kalo ada kuis di majalah remaja tentang siap-enggaknya pacaran, doi termasuk yang rajin mengisi untuk tahu jawabannya. Ternyata doi tipe yang sudah siap banget. Akhirnya fokus perhatian dia hanya ke cita-cita pingin punya pacar dan pacar mulu. Prestasi sekolah jadi anjlok. Padahal ternyata nggak ada yang mau sama doi (backsound: Kacian banget!).
Nah, beda kasus dengan muslimah sholihah. Ada atau nggak ada yang mau, dia nggak bakal ambil pusing. Mikirin rumus fisika aja sudah cukup pusing, pake mikir hal lain. Maksudnya, mikirin pacar atau pacaran adalah sesuatu yang nggak penting bagi dirinya. Selain ngabisin waktu dan energi, yang pasti menguras konsentrasi dan emosi.

Kalo kamu jadi cewek sudah oke, baik di otaknya, kepribadiannya apalagi akhlaknya, jadi jomblo bukan sesuatu yang terpaksa tuh. Malah jomblo adalah sebuah kebanggaan…
Kalo kamu jadi cewek sudah oke, baik di otaknya, kepribadiannya apalagi akhlaknya, jadi jomblo bukan sesuatu yang terpaksa tuh. Malah jomblo adalah sebuah kebanggaan. Kamu bisa tunjukkan kalo jomblo adalah harga diri. Menjadi jomblo bukan karena nggak ada yang mau, tapi kitanya yang emang nggak mau kok sama cowok-cowok anak kecil itu. Lho, kok?
Iya, cowok kalo beraninya cuma pacaran itu namanya masih cowok kecil. Masa’ masih kecil udah pacaran. Huh! Kalo cowok yang udah dewasa, pasti ia nggak berani pacaran, tapi langsung datang ke ortu si cewek dan ngelamar. Merit deh jadinya. Selain menunjukkan tanggung jawab, cowok dewasa tahu kalo pacaran cuma ajang tipu-tipu dan aktivitas berlumur dosa. Hayo…pada berani nggak cowok-cowok kecil itu?

=====================
Jangan pernah takut diolok teman sebagai jomblo.
Jangan pernah malu disebut nggak laku.
Toh, mereka yang berpacaran saat ini belum tentu juga jadi nikah nantinya.
Tul nggak?
Malah yang banyak adalah putus di tengah jalan, patah hati terus bunuh diri. Hiii, naudzubillah. Atau bisa jadi karena takut dibilang jomblo malah dapat predikat MBA tanpa harus kuliah alias Married By Accident.
Lagipula, cewek kalo mau dipacarin kesannya adalah cewek gampangan. Gampang aja dibohongin, gampang diboncengin, gampang dijamah, dan gampang-gampang yang lain. Idih…nggak asyik banget! Toh, nantinya para cowok itu juga bakal males sama cewek beginian karena udah tahu ‘dalemannya’, mereka pinginnya dapat cewek baik-baik.
Terlepas apa motivasi mereka, yang pasti kamu kudu punya patokan atau standar tersendiri. Kamu nggak mau pacaran karena itu dosa. Kamu memilih jomblo karena itu berpahala dan jauh dari maksiat. Kamu nggak bakal ikut-ikutan pacaran karena takut dibilang jomblo dan nggak gaul. Kamu tetap keukeuh pada pendirian karena muslimah itu orang yang punya prinsip. Itu artinya, kamu selalu punya harga diri atas prinsip yang kamu pegang teguh.
Iya nggak seh?

Karena banyak juga mereka yang meskipun sudah menutup aurat dengan kerudung gaul, masih enggan disebut jomblo. Jadilah mereka terlibat affair bernama pacaran sekadar untuk gaya-gayaan. Bener-benar nggak ada bedanya dengan mereka yang nggak pake kerudung. Malah parahnya, masyarakat akan antipati sama muslimah tipe ini. Berkerudung tapi pacaran. Berkerudung tapi masih suka boncengan sama cowok non mahrom. Berkerudung tapi sering berduaan sama cowok dan runtang-runtung nggak jelas juntrungannya. Padahal, kelakuannya yang model begitu itu bisa membuat jelek citra kerudung, imej Islam jadi rusak, dan tentunya doi bikin peluang orang lain untuk menilai dan memukul rata bahwa doi mewakili muslimah. Parah banget!

Predikat jomblo jauh lebih mulia kalo kamu menghindari pacaran karena takut dosa. Menjadi jomblo jauh lebih bermartabat kalo itu diniatkan menjauhi maksiat…
Intinya, predikat jomblo jauh lebih mulia kalo kamu menghindari pacaran karena takut dosa. Menjadi jomblo jauh lebih bermartabat kalo itu diniatkan menjauhi maksiat. Menjadi jomblo sama dengan sholihah kalo itu diniatkan karena Allah semata.
Bukankah hidup ini cuma sementara saja?
Jadi rugi banget kalo hidup sekali dan itu nggak dibikin berarti. Jadi kalo ada yang rese dengan kamu karena status jomblomu, katakan saja
“It’s not a shame to be a Jomblo, Be proud,.. be a me and learn to be a JOSS , so what gitu loh!”

Saat Cinta tak Sampai di Nikahi

Sungguh,…..Merupakan hal yang sangat menyakitkan hati. Ketika cinta kita tidak tersampaikan oleh seeorang yang sangat kita harapkan cintanya. Sebagian dari kita mungkin akan langsung berfikir sepertinya Allah tidak adil. Langit terasa muram dan tidak bercahaya. Yach,.. dunia rasanya mau kiamat,… semua berubah menjadi serba hitam dan menyesakkan,….
Bukankah cinta kita benar benar tulus dan murni ??? Hummss…..
Untuk menjaga diri dari dosa, menjaga pandangan, menjaga hati bahkan demi menjaga kesucian agama-Nya????
Apa yang salah pada diri kita Sob ???
Tidak layakkah kita mendapatkan janji Nya…???
”Jika kamu menolong agama (Allah), niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS: Muhammad 7)
Mengapa keinginan kita belum dikabulkan, padahal usia sudah waktunya, tujuan sudah mulia, bahkan mungkin kemampuan sudah ada.
Hanya satu faktor penyebabnya sobat ku terkasih,….
Yaitu perbedaan persepsi antara kita dan Allah.
“Sesuatu yang menurutmu baik untukmu, belum tentu baik menurut Allah untukmu.
Dan sesuatu yang menurutmu buruk bagimu, belum tentu buruk menurut Allah bagimu”.
Kita seringkali menganggap bahwasanya apa-apa yang sesuai dengan keinginan kita itulah yang terbaik bagi kita, padahal tidak selamanya. Inilah yang selalu bermain di dalam otak dan benak kita.
Yakinilah sobat bahwa kegagalan cinta yang kita alami, tertolaknya cinta yang kita ajukan, sudah dirancang sedemikian rupa skenarionya oleh Allah. Sehingga tidak perlu menyikapinya secara berlebihan. walau emang ga mudah sieh,.. tapi ga ada yang ga mungkin khan???
Daripada kita larut dalam kesedihan, menangis, menyesali diri, patah hati lebih baik kita berbaik sangka saja kepada Allah. Tidak pantas diri ini mengeluh apalagi menyesali sebuah kegagalan. Bersikaplah positif kedepan.

Dengan kejadian ini secara tidak langsung, Allah memaksa kita untuk belajar arti kata sabar dan ikhlas serta sebuah arti ketulusan, yach,.. dua kata yang mudah di ucap namun sulit implementasi dan penerapannya di kehidupan sehari hari
Yakinlah bahwasanya kegagalan cinta bukanlah akhir dari segalanya, bukanlah awal dari sebuah kehancuran. Yang penting, berdoalah selalu.Ajukan keresahan itu padaNya.
Sesungguhnya Dia-lah sebaik-baik tempat untuk bermohon.
Sekarang, benahi diri, perbaiki konsep dan tujuan kita serta luruskan niat. Perbesar ikhtiyar dan lakukan secara cerdas,keras dan tuntas,dan hasilnya baru kita serahkan pada Allah.

Semoga sobat yang masih menunggu kekasih halalnya diberikan kekuatan dalam menjaga kesucian dirinya dr mulai single hingga waktu menghalalkan nya.
Ga perlu malu menjadi sosok jomblo, justru itu suatu kebanggan dimana anda mampu mengekpresikan diri dengan segala kegiatan positif dan memulai belajar makna sebuah Rumah Tangga, dengan belajar yang namanya kedewasaan dr banyaknya msalah yang timbul dan secara ga langsung anda belajar yang namanya manajemen konflik.
insyaAllah,… Jodoh terbaik akan bersanding dengan anda selama anda mau dan berusaha memperbaiki diri.
Berawal dr kemauan,luruskan niat dan perbesar ikhtiyar sobat,…
Yuk kita jemput jodoh yang terbaik dengan mulai memperbaiki diri kita masing masing.

Mengapa Pria Beristri Lebih Menarik?

Pernahkah Anda mendengar istilah ini?
Yapsss!!!!
Istilah ini seringkali ditujukan kepada kaum pria dan di masa kini, pemandangan kaum pria yang telah beristri tengah menggandeng wanita muda memang bukan lagi pemandangan yang ganjil.

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Dan bagaimana cara mengantisipasi agar pesona kaum pria yang telah beristri dapat Anda hindari?
1. Pria beristri lebih pandai mengelola emosi
============================
Tak bisa diingkari, pria beristri tentu saja dari segi usia lebih tua dibanding mereka. Karena sudah beristri, mereka tentu sudah terbiasa menghadapi kecerewetan istri. Dengan demikian, mereka sudah lebih berpengalaman mengelola emosi dan sudah pandai mengarahkan pembicaraan untuk mendapatkan simpati.
Sosok pria seperti ini tentu saja berbeda dengan para bujangan yang rata-rata masih emosional, hingga ada saja yang bisa menimbulkan pertengkaran. Pria bujangan umumnya tidak sabar menghadapi kerewelan wanita. Ego mereka rata-rata masih tinggi dan merasa gengsi jika harus mengalah pada wanita.
Antisipasi yang bisa Anda lakukan
————————————–
Ciptakanlah situasi yang bisa dirasakan suami sebagai kejutan, sebagaimana halnya dulu di awal-awal perkawinan. Suasana kebersamaan yang datar-datar saja, aktivitas seksual yang biasa-biasa saja, jelas tidak akan menumbuhkan sensasi pada suami. Sementara, para wanita lajang yang mendekatinya, umumnya menawarkan berbagai kejutan yang membuatnya bangkit, membuatnya merasa muda kembali.
2. Karena pria beristri lebih dewasa, mereka juga lebih sabar
=======================================
Pria beristri di mata para wanita lajang nampak sebagai sosok dewasa. Kemampuannya mempertimbangkan sesuatu, pengalamannya menghadapi berbagai masalah, membuatnya ibarat kunci inggris: selalu punya solusi.
Baginya, tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan.
Ada saja jalan keluar yang ditawarkannya pada wanita lajang tersebut. Keberadaan pria seperti ini tentu saja menimbulkan rasa kagum karena mampu memahami serta mencarikan solusi atas berbagai masalah yang mereka hadapi.
Pria bujangan relatif sulit menandingi hal ini. Karena pengalamannya relatif terbatas hingga tak mudah bagi mereka memahami masalah yang dihadapi wanita. Solusi yang coba mereka berikan pun umumnya dangkal, mengingat terbatasnya pengalaman mereka menyelesaikan masalah-masalah kehidupan.
Antisipasi yang bisa Anda lakukan
—————————————
Mau tak mau, pengetahuan Anda memang harus ditingkatkan. Baik dengan membaca buku maupun mengikuti berbagai seminar. Ini penting untuk mengikuti perkembangan pemikiran sang suami. Kalau tidak, maka lama-lama pembicaraan menjadi tidak nyambung. Hal ini otomatis akan menimbulkan jarak, yang pada akhirnya komunikasi suami-istri menjadi buruk. Sementara, para wanita lajang yang mendekatinya punya pengetahuan yang up to date, hingga mereka tampil sebagai sosok yang jauh lebih “berisi”.

3. Karena pria beristri pandai mengendalikan hasrat seksual
=======================================
Pria beristri tentu saja sudah biasa menyalurkan hasrat seksualnya. Mereka tahu, kalau terlalu menggebu-gebu, maka hasilnya tidak maksimal, tidak memuaskan kedua pihak. Mereka paham bagaimana menikmati sebuah permainan. Pendekatannya yang halus, tidak memaksakan kehendak, membuat wanita lajang merasa sangat dihormati.Justru, kesabaran pria beristri ini membuat wanita lajang lebih cepat jatuh ke dalam pelukan sang pria.
Dalam hasrat seksual, pria bujangan langsung tancap gas dan sama sekali tak bisa menutupi keinginannya untuk melampiaskan nafsunya. Hal ini justru membuat wanita lajang cemas dan takut. Wanita lajang merasa hanya dijadikan objek, hanya dimanfaatkan, hingga mengurangi rasa simpatinya pada pria bujangan.
Antisipasi yang bisa Anda lakukan
————————————–
Manfaatkanlah hari libur untuk meningkatkan kebersamaan. Jangan biarkan diri Anda tenggelam oleh kesibukan mengurus rumah dan hal-hal teknis lainnya. Siapkan diri Anda untuk bersama-sama dengan suami melakukan berbagai eksplorasi yang bisa menyalakan kembali api cinta.Strategi ini bisa menyelamatkan kehidupan rumah tangga Anda agar tidak tergelincir ke dalam kebosanan.
4. Karena mereka piawai kendalikan emosi
============================
Pria beristri tentu saja sudah lebih taktis menghadapi wanita lajang.
Mereka cenderung bersikap hati-hati dan tak mudah terpancing oleh hal-hal yang sifatnya emosional. Jadi, meskipun ia tertarik dengan wanita lajang tersebut, ia tetap bersikap kritis dan tak membiarkan dirinya larut dalam emosi. Sikap semacam ini justru membuat wanita lajang makin penasaran untuk mendekatinya.
Pria bujangan umumnya lebih mudah dikuasai emosi hingga seringkali tampil sebagai sosok yang tidak mampu mengendalikan diri. Ia mudah terbawa arus dan malah tanpa sadar larut dalam emosi wanita. Hal ini menimbulkan pertanyaan pada wanita lajang, “Apakah ia mampu mengemong saya? Apakah ia cukup tegar untuk jadi pegangan saya?”
Antisipasi yang bisa Anda lakukan
————————————–
Suami membutuhkan kepercayaan. Ia akan lebih tenang menjalani kehidupannya jika Anda menunjukkan kepercayaan padanya. Sebaliknya, jika Anda selalu ragu atau selalu curiga padanya, maka ia pun menjadi resah. Coba Anda bayangkan, bagaimana rasanya hidup dengan orang yang selalu mencurigai Anda? Pasti tidak nyaman, kan? Menunjukkan rasa cemas kehilangan, khawatir terjadi apa-apa dengan suami di luar rumah, itu hal yang wajar dan suami perlu tahu perasaan Anda.

5. Karena dompet mereka lebih tebal
========================
Pria beristri yang jadi incaran wanita lajang tentu saja relatif sudah mapan dan secara finansial cukup kuat. Mereka ini independen dalam hal pengalokasian uang. Yang lebih seru lagi, selain memiliki pendapatan tetap dari pekerjaannya, mereka juga punya sejumlah pekerjaan sampingan yang jumlah penghasilannya lumayan. Wanita lajang tentu saja makin nempel dengan pria beristri seperti ini karena tak pernah ada kendala soal uang. Yang sering jadi masalah adalah soal waktu karena tingkat kesibukan mereka umumnya tinggi.
Pria bujangan tentu saja juga banyak yang kuat secara finansial, tapi sebagian besar sumbernya masih dari orangtua. Kalaupun mereka sudah memiliki penghasilan sendiri, kerelaannya untuk berbagi dengan wanita lajang tidak seroyal pria beristri. Maklum, mereka sendiri butuh dana banyak untuk penampilan dan biaya fasilitas pendukung lainnya.
Antisipasi yang bisa Anda lakukan
————————————–
Kata orang, suami kalau sudah punya jabatan bagus dan punya penghasilan lebih, matanya jelalatan. Bukannya tidak sayang lagi sama Sediakan waktu yang lebih dari cukup untuk bersama-sama dengan suami agar seluruh hasratnya hanya disalurkan di rumah. Hindari membuat aturan atau melarang ini dan melarang itu karena justru hal tersebut membuatnya makin terpicu menyalurkan hasrat di luar rumah. Kuncinya, sediakan waktu yang berkualitas untuk senantiasa mendampinginya.
Moga bermanfaat ya sob,…



sumber (panti jomblo)

Salahkah???

Jika engkau mengagumi ku karena apa yang aku lakukan dan berbuat atau atas apa yang ada pada diriku,
tolong,…aku mohon agar lebih dijaga…………..
Karena rasa itu bisa sirna kapan saja.
Namun jika mengagumi aku karena Allah, semoga kekaguman itu menjadi mata air kasih sayang, penghias tali ukhuwah sebuah ikatan suci. Semoga menjadi langkah meraih ridho Allah dan menggapai rahmat serta hidayahNya dlam bingkai Islami menyempurnakan separuh agama kita.
Jika engkau mampu dan sanggup menjaga kehormatanku,
apakah engkau mau menjaga kehormatanmu sendiri???
Aku dan kamu sama2 tahu setidaknya sdkt masalah agama, namun kenapa???
Kenapa??
Astagfirullah…
Betapa lemahnya iman ini,
membiarkan semuanya berlaku pada belum halal saatnya
Sungguh iman ini masih lemah, dan bahkan sangat lemah
Aku tak semulia yang engkau fikirkan, yg engkau bayangkan
Akupun masih belajar, mempertahankan apa yang baru aku terapkan.
Dan sungguh aku tak suka dgn pujian,
karena kusadar keshilafan diri masih membalut dan mengendap dan terendap.
Jikau kau malu akan semua itu,
jangan anggap aku tidak malu, aku malu pada Allah.
Aku malu,…
Sungguh aku malu,..
Mengecap suatu rasa sebelum halal itu datang.
Salahkan aku, salah kah engkau salah kah perasaan ini???
Salah kan diri kita yang tak mampu menjaga rasa ini sampai waktunya tiba,…!!!

Sebuah pesan dari seseorang dimasa lalu yang tak sengaja ku sentuh tangannya.
(Sentuhan tangan tanpa sengaja membuatnya sedih)
Sungguh, aku menyesal tak sengaja…..
Astagfirullah,……..
Sungguh engkau memang bidadari dunia…
Doa ku untuk mu slalu,…..
*Dariku




sumber (panti jomblo)

Facebook ku,… Diaryku !

Assalamu’alaikum
Sob,….
Tidak dipungkiri jika Facebook yang nota bene jejaring sosial didunia maya ternyata pengaruh dan imbas positif maupun negatif sangat mempengaruhi kehidupan didunia nyata kita. Malah kayak makanan sehari hari ya sob!!!
Sudah bukan rahasia lagi jika sarana jejaring sosial lainnya ikut ambil peran dalam masalah tersebut. Cuma masalahnya ialah jejaring sosial di dunia maya lainnya ga nge BOOOM kayak Facebook, tau khan anda spt YM, MIG 33, juga Twittwer & konco2ne. Nah dengan pergaulan yang tanpa batas didunia maya ini tidak disertai dengan kebijakan dan niat baik pemakainya.
Disatu sisi ada sobat yang niatnya baik menggunakan Facebook untuk menimba ilmu, dan nilai positif lainnya dan bahkan ada sobat yang cerdas bisa menghasilkan uang secara halal via FB.
Disisi lain, tidak sedikit pengguna lain yang tidak bertanggung jawab mengunakan fasilitas Facebook untuk niat buruknya, menggaet lawan jenis yang sering tidak memandang bulu (emang bulunya siapa yang mau dipandangi MasBro??? BLETAKKSSss!!! jgn piktor achh!!!) target sasarannya, mulai yang single sampe orang yang sudah berkeluarga !!!
Busyeett dach !!!
Gimana kalo kluarga dia sendiri yang diacak2 ???
Kagak mikir kale tuch orang -atas nama napsu yang dibalut cinta-!! astagfirullah,……
Memang sieh sob,…
“Ga ada asap kalo ga ada api,…!!!”
Mangsudnya,ialah berhati hati dalam menggunakan Facebook dan menerima perlakuan orang lain entah yang sudah dikenal ataupun belum di Fb. Jangan sembarangan nulis status/catatan yang mengungkap rahasia dalam negri rumah tangga anda (bagi yang suah berkeluarga), atau jangan dikit lebay update status yang cuma menerangkan kondisi hati anda.
Tersadar ga sieh kalo anda bisa saja di awasi oleh banyak mata dar yang kenal hingga ga tau siapa dia. Apalagi kalo wajah dan tubuh anda yang menengah keatas (ya katagori mulai dari yang cukup ganteng/tampan hingga Cuaakep bertubi-tubi)
Makanya jangang bangga dulu kalo anda cakep dan masang foto cantik/tampan anda di FB, karena secara otomatis anda membuka peluang orang yg ga dikenal masuk kedalam kehidupan pribadi anda mulai dari awalnya inbox, coment minta no hp trus janjian ketemu di dunia nyata dan seterusnya.
Sadar atau engggak kalo hal itu berawal dari anda memasang foto indah anda di FB,….. Monggo kalo diri anda mau dijadikan ajang komersil. (jualan po???)
“Loe mah dari dulu su’udzon mulu sih MasBro !!!”
Waspada itu perlu Sob, bukan karena sebab namun ini karena bukti nyata di kehidupan sudah terlihat !!! Justru kalo kita seolah “merem” ga ngliat berarti kita buta dong ! Bukan cuma buta mata tapi buta hatinya! Icchhh…. atuutt!!
Ingat Ga ayat pertama al Qur’an yang turun dan diwahyukan kepada Rasulullah??? (buka dulu primbon atawa buku contekannya Gih!!! Cepeet!!)
Udah ketemu???
“Emang apa hubungan nya MasBro??? Dari facebook ke Al Qur’an? “
Makanye buka dan baca dulu ayat pertama Al Qur’an dan trus baca artinya
dan renungkan sejenak Sob,..
“IQRO” (BACALAH)!’ ( Q.S. 96:1)
“Lha terus???
Yang dibaca apa Masbro? Lha wong Al Qur’an nya baru kluar ayat pertama?
Sebenar nya yang harus dibaca apa dan seperti apa? Rasanya bukan sekadar perintah seperti membaca buku dech ! Lha trus apa MasBro???”
Memang terlalu mudah untuk mengartikan makna ayat yang pertama turun tersebut sebagai perintah supaya rajin belajar, misalnya. Bagaimana dengan orang miskin di hutan, misalnya, yang kebetulan tidak memperoleh kesempatan belajar membaca semenjak kecil hingga hari tuanya?
Betul, iqro’ yang dimaksud di ayat tersebut bukan sekedar membaca tulisan. Tetapi membaca alam semesta dan segala ciptaan-Nya, termasuk juga diri kita sendiri. Bukankah semua di alam semesta ini adalah ‘kitab’ karangan Allah SWT?. Nah, sebagaimana sebuah kitab/buku, dia harus dibaca. Dan tujuan membaca adalah untuk memahami isinya. Kemudian untuk memahami isinya, kita harus mengerti gagasan (topik) dasar dari kitab tersebut, sistematika penulisannya, dan sebagainya.
Nah sekarang kita kembali ke masalah Facebook yang menjadi salah satu trend dimasa sekarang dengan penggunaan diluar batas bijak manusia yang menghancurkan rumah tangga seseorang apakah itu bukan cara Allah memberikan pelajaran pada manusia akibat negatif dari Facebook ???
Bukannya MasBro melarang sob, tapi mohon waspadalah dalam menulis status atau catatan di Facebook, jangan mengungkap kondisi dalam negri rumah tangga anda. Apakah ada untungnya???
Humss, paling2 alesan biar merasa lega dan ada tempat curhat khan???
BASI ITU MAH SOB !!!
Coba anda bayangin jika kondisi anda saat sedih (dalam Rumah Tangga) yg seharusnya menjadi rahasia anda dan suami malah jadi rahasia umum, eh ternyata ada yng simpati dgn anda dan coba berkomunikasi eh ternyata cocok dan nyaman serta merasa aman. Tapi sayangnya orang tersebut adalah lawan jenis anda dan bukan pasangan nikah anda. Coba apa yang ada dibenak anda saat itu terjadi ???
Yang jelas muncullah perasaan simpati, terus bisa merkembang kepada rasa suka dan naksir, dan…… hiiiiiiiiiiiiii,….. pasti muncul dalam diri anda membanding2 kan antara pasangan hidup anda dengan teman curhat anda khan???
Kalo anda berusaha menutup hubungan khusus special dgn teman curhat anda serapat-rapatnya, suatu saat Allah akan membuka kebusukan kita dengan cara Nya yang kita sendiri ga tau.
Udah dech, kalo aib tersebut kebuka danb pasangan hidup anda tahu dan cemburu, wuiicch,… perkara besar tuch!! kalo ada infotainmet, bisa muncul di tayangan gosip. Wal hasil hubungan rumah tangga anda yang awalnya tiada cela karena masalah yang hadir selalu dituntaskan berdua dengan pasangan hidup, sekarang menjadi rusak dan berbekas hanya kecerobohan kita mengumbar rasa di status facebook untuk mendapatkan simpati atau perhatian orang lain.
Jadi Facebook ga ubahnya seperti “diary” terbuka dan bisa dinikmati orang banyak! padahal dulu zaman nya masBro masih muda super imut gitu yang namanya “Diary” sangat tabu banget kalo sampe kebaca orang lain, wah bisa kalo sampe itu terjadi rasanya wajah ini ane lipet2 trus ane masukin ke dompet dach Sob,…!!! Malu pisan euuy!!
Tapi, beda zaman beda kondisi, sekarang “diary” anak anak remaja sampe tua yang udah masuk ke facebook.
Peluapan segala emosi kah?
Sedih,marah,kangen,kecewa dan perasaan cinta?
Apa Facebook jadi semacam buku diary-mu?
Sebuah sarana biar org lain tau apapun yg ada dlm pikirmu?
Tak jarang orang pun jadi berseteru dan perang status dgn saling sindir.
Pentingkah?
Monggo telaah baik baik dan secara bijak,…
MasBro ga memaksa anda untuk berhati hati dan lebih cerdas dalam menyikapi dahsyatnya efek Facebook kedalam dunia nyata kita. Tapi memang itulah adanya sob !!! Sudah jadi rahasia umum.
Pilihan tersebut ada pada anda Sob!!!
Itu hidup anda, dan catatan ini hanya sebuah renungan saja.
Jika disikapi dengan bijak, dan diaplikasikan hikmah positipnya ya Alhamdulillah berarti catatan ini ada manfaatnya. Namun jika sikap anda sama saja ga mau tau dari awal, dan ga ada perubahan memperbaiki diri, maka masbro ga memaksa anda.
Sebagai selingan masBro masukkan sebuah berita dari Surat kabar Republika edisi 7 Mei 2011. tentang Maraknya perceraian yang smoga menggugah hati anda betapa dahsyatnya efek facebook kedalam kehidupan dunia nyata kita
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jejaring facebook bisa memicu perceraian. Di Bandung, kasus perceraian gara-gara facebook sudah muncul.
“Saya sendiri pernah menangani perkaranya,” kata Acep Saefudin, juru bucara Pengadilan Agama Bandung, Selasa (3/5).
Acep pun menghimbau suami – istri usia muda agar bijaksana menggunakan situs jejaring sosial itu.
“Biasanya diawalai dengan mengirim pesan melalui komentar mesara kepada teman atau sebaliknya dan hal itu diketahui pasangannya.” ujar Acep.
Menurut Acep, suami – istri yang bercerai gara-gara facebook membawa bukti berupa print out halaman facebook ke persidangan.
“Print out halaman facebook-nya dijadikan bukti oleh pihak yang bersangkutan pada majelis hakim sehingga diketahui main mesra-mesraan.” Ujar Acep.
Perkara yang masuk ke Pengadilan Agama, terus meningkat. Jumlah perkara yang masuk pada tahun 2009 sebanyak 3.559 perkara dan tahun 2010 naik menjadi 5.278 perkara.
“Naik sekitar 1.719 perkara atau sekitar 48 persen,” kata Acep. Dari jumlah perkara itu, 3.275 perkara (2009) adalah perkara cerai. Pada 2010, perkara cerai mencapai 3.629.
“Jadi ada kenaikannya sekitar 364 perkara cerai. Khusus untuk cerai sendiri naik 10 persen dari total keseluruhan.” ujar Acep.
Sumber : Republika edisi 7 Mei 2011.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~
Hmm.. Dari ilustrasi di atas, MasBro melihat seutas benang merah.
Facebook emang bener kayak pisau bermata dua.
Jika kita cerdik dan bijak menggunakannya akan mempunyai nilai positif, bahkan bisa menghasilkan uang.
Di sisi lain, penggunaan yang menyimpang akan menyebabkan keterpurukan berkepanjangan..
So, harapan ane bro n sis bisa memaknai arti ‘cerdik’ secara benar.
Cerdik gak harus pinter kog namun lebih arif bijaksana…
Uyeeeeeeeeeeeee,…..
Moga bermanfaat Sob,….
Met aktifitas di awal minggu ini ya Sob,…
Wassalam

“Think Out the Box”, Let’s Think BIG,start small and Grow Fast,…

“Kapan ya jodoh ku datang ? Udah bosen nge Jomblo terus nich!! ada yang mau ama aku ga??? “-resah sahabat
Mati,Rizki&Jodoh itu misteri, knapa pula kita ribet2 mikirin hak prerogratif Allah ?
Tugas kita ialah,benahi diri mpersiapkn hati rasa&kebijaksanaan diri saat masa itu tiba dgn pendewasaan hati dlm mcari solusi dr stiap msalah yg ada selama kita “brojol” di dunia hingga kini&yg akn datang
Skali lg,ini bukan skedar mlepas ms lajang/penyaluran syahwat namun sbuah pjuangan mbangun rmhtgga unt mgapai ridlo Allah demi syurga khidupn stelah mati (akhirat)
Proses persiapan mbangun rumah tangga memang diawali dari karakter, kepribadian dan akhlak masing pasangan demi terwujudnya sinergi (win-win solution) dalam rumah tangga
Jangan anda berfikir pasangan hidup anda tahu dan mengerti anda seutuhnya Sob,..
Dia (pasangan hidp-suami/istri) bukanlah paranormal yg seolah tau segalanya yg ada dibenak anda. Mulai dari sekarang belajarlah komunikasi secara sehat, komunikasi 2 arah secara lisan yang bisa dimulai dari bagaimana anda menhadapi berbagai macam karakter teman dan sahabat juga bagaimana anda bersikap terhadap orang tua. Karena secara disadari atau tidak, cara anda bersikap terhadap lingkungan itu mempunyai andil besar dalam membaangun pondasi bersama suami/istri anda kelak.
Coba anda bayangkan Sob,….
Kita azza yang mulai lahir dan gede kayak gini bersamaa orang tua atau orang2 yang mengasuh kita (saling tahu karakter masing2) saja sering terjadi pertikaian dan masalah yang kadang ga bisa dibilang simple. Apapaun itu masalahnya, kita tetap berada dalam lingkungan tersebut (keluarga) karena ada kekuatan dan energi tali bathin yg kuat diantara kalian.
Pertanyaannya,….
Jika nanti dalam membangun rumah tangga kita dihadapkan dengan berbagai masalah yang ga kecil dan kadang diuji Allah denga hadirnya pihak ke 3 apakah kita mau dan mampu bertahan dalam rumah tangga tersebut ???
Karena, mau tidak mau dan sadar tidak sadar, dengan kehidupan yang monoton tanpa adanya saling menumbuhkan kembali rasa sayang diantara suami/istri dalam kondisi tertentu bisa mencapai titik jemu. Kok bisa ???
Ya logikanya gini sob, kalo kita terbiasa makan ayam goreng setiap hari kadang kita ingin hal lain seperti makan tempe atau tahu. Iya apa iya ???
Nah disinilah kita dituntut secara cerdas,keras, dan tuntas menjaga dan merawat rasa yang awalnya indah untuk tetap harmonis. Dan jujur ini memang kudu di imbangi kedua belah pihak. Kuncinya ialah diantara masing masing kita kudu berfikir positif dan kurangi setengah hak dan ego kita untuk lebih mengedepankan yang namanya kewajiban.
Ingat sob, anda punya hak dicintai, dan dia pun sama,…
Anda punya hak untuk diperhatikan dan iapun sama. Jadi cobalah setiap melakukan apapun sedikit bertfikir dahulu bagaimana jika anda dalam posisi pasangan anda ???
Pokoknya jangan bermain dengan “Kotak Pemikiran” anda saja, buka mata dan hati serta cobalah bersosialisasi secara sehat dan bijak dengan mendekat kepada orang orang yang banyak memberikan hikmah positif dalam kehidupan anda mulai dari sekarang. Ingat Sob,… MasBro maksudkan disini bukan hanya guru spiritual (ustad/kyai/murabi/guru) tapi sahabat,teman yang slalu berani berkata yang sebenarnya dan mau menegur kita jika salah !!! Boleh saja masukan datang dari sana dan sini namun keputusannya ada ditangan anda untuk menentukan jalan anda sendiri. Lets “Think Out The BOX”. Buka pola fikir anda jangan ngumpet dibalik tempurung kelapa kayak kodok takut dengan luasnya dunia.
Nah,…
Sekarang bagi sobat yang masih single kalo masih bertanya kapan saya menikah saja tanpa mempersiapkan diri dari sekarang dengan belajar dari masalah hidup sepahit apapaun itu saat ini berarti anda tidak belajar apa yang kita bahas diatas.
Anda pasti ingin sosok pendamping hidup kita nantinya adalah sosok yang bijak, taat dan penuh kasih sayang serta perhatian dan mampu menjadi sosok yang dewasa. Dan itu bisa dimulai dari diri kita sendiri, minimal kita bisa menularklannya pada pasangan hidup kita kelak untuk lebih arif dalam menjaga kestabilan emosional dan perasaan.
Silahkan Sobat JOmbloSampaiHalal mengambil jalan mana anda dalam menjemput kekasih halal kalian, entah dengan prinsip dan aturan gama atau dengan cara2 yang bathil penuh kemaksiatan ??? Karena itu hidup anda dan itu pilihan anda.
MasBro dan sobat JOSH lain disini hanya ingin berbagi saling menguatkan serta belajar, bukaan untuk siapa2 melainkan untuk diri kita masing2.
Yuk mulai dr sekarang kita “reduce” (mengurangi) sifat ‘childist’ kita untuk bisa lebih memaknai hidup dan bisa Lillahi ta’ala dalam setiap langkah yang kita ambil semata2 untuk beribadah dan menggapai ridlo NYA.
Luruskan niat dan bulatkan tekad
Think BIG, start small Grow Fast,……..
Bismillah,…



sumber ( PANTI JOMBLO )

Jomblo Ga Laku-Laku ( Emangnya Jualan ?? )

“Aku jomblo,skaligus tak laku2,selalu d tolak sma cewek yg q suka”-keluh sahabat
^___^!
Hadduh mulai dr mana nie mbahasnya,…
Status Jomblo ntu sob bukan sprti JUAL BELI, loe suka ane suka yuk jadian !
Nah,kalo kita nembak orang yg kita suka unt apa??? Pacaran? Pendekatan? Atau mmg serius unt nikah? Kalo unt nikah kok ngebet bgt sampe ditolak sana sini?
Coba introspeksi diri kekurangan apa yg ada pd diri kita hingga kita tiada nilai plus dimata mreka. Cobalh minta yg tbaik pdNya karena dengan getolnya kita nembak sana dan sini kalo toch itu diterima apakah benar niat awal kita? atau itu ternyata sebuah nafsu untuk bisa merasakan nyaman atau hanya sebagai pembuktian bahwa “NIEH GUE DACH LAKU ?” Gubyaakkss!!!
Kayaknya ada yg salah dech sob. Knapa???
Ini bukan masalah laku atau tidak laku, dan bukan masalah suka apa tidak suka atau masalah ditolak bertubi tubi dan tiada tara. Namun dari statement diatas mengisyaratkan bahwa kita yang terlalu ambisius terhadap sesuatu hingga menyamarkan nilai ibadah dalam sebuah hubungan.
Dengan prosentase perempuan lebih banyak dari pria, dan bahkan bisa mencapai 3:1 (mnurut suvey bbrp tahun lalu) seharusnya ini menjadi salah satu indikator bagi kita untuk bisa menjadi berlian diantara hamparan pasir yang berjibun
Maksudnya apa MasBro kok ada belian ama pasir sgala???

Gini lho sob, kalo kita diantara hamparan pasir ya kalo ingin terlihat ya jadilah sosok yang memiliki nilai lebih diantara sebagian besar lainnya yang bisa2 saja. Jadi ga perlu dipusingkan berapapun perbandingan antara pria dan wanita karena hanya sosok yang berkualitas yang akan lebih banyak di idam idamkan untuk bersama sama membangun rumah tangga dan mempertahankan nilai keharmonisan tersebut diantara beragam msalah yg datang
kalo kita tetap stagnan dan terus ga mau memperbaiki diri ya itu pilihan anda. Karena siapapun anda, sebejat apapun kita tentu kita inginkan pasangan hidup kita entar adalah orang yang bisa membimbing kita untuk meraih ridlo Allah melalui indahnya rumah tangga.
Nah kalo konsep perbaikan diri ini ga anda lakukan dari sekarang, dan kalaupun nanti status jomblo anda diangkat dan distempel “HALAL” maka jangan kaget jika biduk rumah tangga yang anda harapkan indah bersama suami/istri ternyata malah seprti NERAKA DUNIA. Yang ada hanyalah pertikaian ceksok yang tiada berkesudahan. Apakah ini yang mau anda wujudkan untuk maghligai rumah tangga anda kelak??? Ouuuwww tentu tidak khan???!!
Kembali ke pokok masalah diatas sob,…
Coba kita tanya pada diri kita masing masing,
“Apakah sudah meluruskan niat ‘menembak’ lawan jenis untuk ibadah yang arti kata lain ‘tembakan anda’ untuk membina rumah tangga yg berlandaskan akidah dan akhlak yang baik sesuai syariat ???”
Kalo cara dan niat awal anda sudah salah, bagaimana mungkin tujuan anda akan benar???
memang sieh sob jodoh Allah yang ngatur, namun ya ga segitunya kale sampe ngobral kesana kesini seolah olah kita ntu ga laku2. (Justru anda sendiri yang memindset otak anda bahwa anda ga laku-ini jadi semacam doa lho sob- makanya hati2 kalo mikir dan ngomong)
Knapa kita merasa ga laku ???
Mungkin karena kita sering ditolak !!!
(kalo ga gitu ya gmn mau tau kalo kita ga laku iya khan??? hehehehe,…)
Knapa kita ‘selalu’ ditolak ???
Mungkin karena kita keseringan nembak seseorang/lain jenis khan???
(Coba kalo ga nembak ya ya bakalan ditolak khan-makanya jangan asal nembak coy-)
Lha trus gimana MasBro ??
Namanya khan usaha?
Iya sob,,…
Doa tanpa usaha itu ga tau diri dan ga ikhtiyar namanya
Usaha tanpa doa itu artinya kita sombong
Nah fokus utama pada saaat kita merasa ‘suka’ dan tertarik terhadap lawan jenis ini kudu ditelaah dan diredam dulu tanpa perlu digembar gemborkan. Mualilah dari pembenahan diri apakah kita sudah pantas bersanding dengan si ‘dia’. Sinergikan dengan kekuatan doa dan berharap “yang terbaik” bahwa itu pilihan Allah, dan kita jangan mendikte Allah atas apa yang kita inginkan makanya minta yang terbaik buka meminta si A atau si B atau si C, D, E F sampe Z mjd suami/istri anda (kok banyak banget mintanya yak!! Hadduhh,.. Gubyaakkss..!!)
Disela sela keresahan kita atas angan angan impian ingin hidup bersama si dia selayaknya di imbangi oleh kesadarn diri bahwa apa yang terlihat saat ini dari sosok dirinya itu masih terbungkus rapi oleh prilaku baiknya diluar. Kita ga tau ada apa dibalik pribadi dia (sisi buruknya) yang tersembunyi maka dari itu sertakan Allah untuk campur tangan dalam masalah yang kita hadapin sob
Kalo perlu selain jadual 5 waktu on time (wah Allah seneng tuch kalo kita absennya tepat waktu ga jadi hamba yg “telat-tan” (bukan teladan lho ya)), apalagi kalo di tambahai tahajud,dhuha, hajat juga puasa. InsyaAllah hati lebih tenang ga ‘kemrungsung’ (meriang-tergesa2) karena yakin pilihan Allah adalah sebaik baiknya pilihan
Sudah banyak contoh bahwa pacaran/hubungan dekat sekian lama (sampe bertahun2) tidak menjamin sampe kepelaminan atau menjamin keharmonisan rumah tangga. dan tidak sedikit pula sahabat teman dan bahkan sodara yang baru kenal 1-2 buan malah tau tau menikah (eeiittt,… ini nikah bukan karena hamil duluan lho ya,…)

Nach, coba benahi doa kita dalam tiap sujud dan cobalah merajuk dan bermesraan dalam tasbih cinta kepadaNYA.
MINTALAH JODOH/PASANGAN HIDUP YANG TERBAIK YANG BISA MEMBIMBING ANDA &KELUARGA MENUJU SYURGA DUNIA YANG MENGGIRING PADA TUJUAN UTAMA YAITU SYURGA SEBENARNYA DALAM KEHIDUPAN SETELAH MATI
Sebenarnya apa yang MasBro coba share dan berbagi dengan sahabat sejatinya pembelajaran untuk diri MasBro pribadi dalam menyelami siapapun yang nantinya menjadi pasangan hidup ini. Karena tiap pribadi adalah karakter “unik & special” yang sangat berbeda jauh dengan kita.
Maka dari itu jangan resah siapa sieh jodoh kita kelak kalo kita mau berusaha dan mencoba mampu unt
“MENCINTAI SOSOK YANG KITA NIKAHIkarena kita GA SELALU BISA MENIKAHI YANG KITA CINTAI”
Jangan umbar dan biarkan lepas kendali rasa sayang dan cinta anda jika itu belum mendapatkan CAP HALAL dari dinas terkait terutama dari hukum agama. Jika label halal itu sudah ada maka dorong rasa sayang itu semakin tinggi dan cobalah berimprovisasi untuk jatuh cinta lagi walaupun anda sudah menikah. LHO KOK???
(kayaknya statement MasBro menyesatkan niech!!! ngajakin selingkuh ya Masbro !!!)
Humssss,….
Emang salahkah kalo kita berimprovisasi dengan rasa kasih sayang &cinta terhadapa pasangan hidup suami/istri dan kita ajak masing pasangan untu jatuh cinta lagi,… lagi…. lagi… dan lagi,…..(berapa banyak??? ratusaaaan!!! ^___*!) Meskipun kalian sudah menikah, emangnya boleh ???
Siapa bilang ga boleh, sini biar masBro jebret karet!!!
Justru itu HARUS dan harus!!
Sekali lagi Harus !

Buat anda jatuh cinta lagi dan lagi terhadap suami/istri anda sendiri (ingat, buka istri/suami orang lain lho ya!).
Apakah itu salah ???
Oke pembahasan ga perlu melebar ya Sob,…
entar disambung lain kali azza masalah jatuh cinta berkali2 ini.
Untuk penutup MasBro tulis doa pengharapan sebagai motivasi anda meminta yang terbaik tanpa harus memaksakan kehendak pada Allah siapa pilihan kita. MasBro yakin anda bisa lebih indah merangkai kata dalam sujud untuk segala haran dan doa yang tertasbih,…
Moga bermanfaat ya Sob,…

Kegagalan Cinta Bukanlah Akhir Dari Segalanya

Jika memang kegagalan cinta benar benar engkau alami
Kegagalan cinta bukanlah kehancuran
mencintai namun tak bisa menikahi, bukanlah akhir dari segalanya!!!

Oleh karena itu, teruslah berusaha untuk melupakan dirinya
Dan, yang tidak kalah penting, engkau harus berusaha menggali hikmahnyaJangan bermain-main dengan perasaan, karena bisa menjadikn dirimu lemah. Seakan-akan tidak ada yang lebih baik dari dirinya.
Yang terbaik itu tidak selamanya adalah dia yg selama ini engkau kenal.
Yang terbaik itu tidak selamanya dia yang selama ini sering menghantui Istikharahmu. Dan, yang terbaik itu tidak selamanya adalah dia yang selama ini menjadi kawan berjuangmu.
Kepahitan yang engkau alami (ketika dia tdk bersedia bersama2 merajut tali kasih diatas cinta-Nya) sekilas yg tampak adalah kepahitan dan kegetiran semata. Tapi, bila engkau melihatnya dari sudut pandang yang berbeda, engkau pun akan temukan butiran2 hikmah di balik itu semua.
Ketika sang pujaan belum hadir di hadapan, sehingga engkau menyangka Allah tidak memedulikan doa yang kaupanjatkan, maka ketika sudah berhasil mendapatkan, tiada salah dan tiada kata terlambat utk memohon ampunan-Nya. Allah lebih menyukai hamba-Nya yang jujur mengakui kesalahan dirinya daripada hamba-Nya yg berpura2 tdk punya dosa.
so.....yuk introspeksi diri,…
Belajar tulus, ikhlas Lillahi ta’ala atau Dipaksa belajar ikhlas yang pastinya lebih sakit.

Memang ga mudah sob melupakan sosok masa lalu, apalagi kalian sering bersama padahal anda belum menikah, tapi coba sejenaaaaaaak saja anda bayangkan bagaimana sobat kita yang lain harus berjuang dengan perasaan dan hatinya saat dia harus berpisah(bercerai) dengan suami/istrinya karena hal hal tertentu (ga perlu tau masalahnya-itu rahasia diantara mereka), apalagi jika mereka sudah mempunyai momongan, ini bukan hal yang mudah. Selain itu cara pandang masyarakat kita yang masih kolot sering memandang negatif status janda/duda.
Jangan kucilkan mereka dan jangan ambil kesempatan diantara kesepian dan kesendirian mereka. Tolong kita saling menjaga dan menghormatinya
Bagi anda yang masih belum nikah dan ternyata pria/wanita yang selama ini anda harapkan menjadi pasangan hidup, ternyata menikah dengan orang lain. Sekali lagi “IT’S NOT THE END OF THE WORLD Sob,..”Keluar dari kamar dan tempat persembunyian anda, bergaulah dengan orang orang shalih dan majelis majelis majelis dzikir dan doa, temukan ketenangan saat resah dan kegundahan kita mencapai titik puncaknya. Bila mau menangis menagislah namun sisipkan tasbih dan dzikir diantara isak air mata yang menetes.
Kita harus bersyukur kegagalan itu ada sebelum ijab qabul itu diucapkan. Anda harus bersyukur kegagalan itu hadir sebelum buah hati kalian terlahir. Jadi anda tidak mencetak sejarah hidup yang kelam dalam sebuah kenangan. Biarkan Allah mengurai benang kusut masalah kita untuk dikemasNYA dengan cara indah yang kita tidak ketahui.
Ini bukan kata2 indah Sob,…
Ini hanya sebagai penyemangat hidup agar anda tegar dan berusaha memperbaiki diri terlebih dulu, agar anda pantas bersanding dengan pria/wanita shalih shalihah yang tidak mengedepankan masalah nafsu dan duniawi.
Saat ini kita tidak bisa berfikir bagaimana mungkin kita bertahan dalam masa2 sulit begini,…. Namun percayalah sob,… Suatu saat, suatu hari dimasa depan, anda akan mengatakan minimal hal yang sama dan mungkin lebih baik dari ini dan menjadikan rasa pahit sekarang ini sebagai motor penggerak dan kekuatan anda syiar kebaikan dan menajadi energi positif bagi sobat lain agar mereka mampu dan kuat bertahan dan melalui masa masa sulitnya,….
Biarkan kenangan berlalu sob,…
Jika tak mampu dilupakan biarkan hal itu mengendap didalam memori dasar kita,…
Bismillah,…
Yuk kita bangun motivasi energi positif bersama agar menguatkan satu sama lainnya diantara sobat
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,…
Semoga Allah selalu menjaga kita dalam setiap nafas dan tasbih kita selama kita berjalan didalam iman dan akidah. InsyaAllah,….
Diberdayakan oleh Blogger.

© Tutorial Blog, AllRightsReserved.

Designed by Tio Prasetyo